Susu Full Cream vs Skim: Mana yang Lebih Ramah Jantung?

Penulis: Maya Handayani
Rabu, 16 September 2026 | 07:01:00 WIB

Banyak ibu di Indonesia masih ragu saat memilih susu di supermarket: apakah susu full cream lebih buruk untuk jantung dibandingkan susu skim? Pasalnya, susu full cream mengandung lemak jenuh dan kalori lebih tinggi. Namun, anggapan bahwa lemak susu selalu berdampak buruk bagi jantung ternyata tidak sepenuhnya benar.

Perbedaan Lemak dan Kalori

Dalam satu cangkir, susu full cream mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh, sedangkan susu skim hampir tidak ada. Kalorinya pun berbeda: full cream sekitar 149 kalori, skim hanya 91 kalori. Selisih 58 kalori ini bisa berarti besar jika Anda minum susu beberapa kali sehari.

Lemak Susu Tidak Sama dengan Lemak Jenuh Lain

Lemak jenuh pada susu memiliki komposisi asam lemak yang berbeda dari lemak pada daging berlemak atau mentega. Menurut Caroline West Passerrello, ahli diet dari Academy of Nutrition and Dietetics, bukti terbaru menunjukkan produk susu tinggi lemak seperti susu, yoghurt, dan keju tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar yang diduga sebelumnya.

Nutrisi Penting Tetap Setara

Terlepas dari perbedaan lemak, susu full cream dan skim sama-sama menyediakan nutrisi penting. Satu cangkir susu (baik full cream maupun skim) mengandung sekitar 300 mg kalsium dan 8 gram protein. Keduanya juga kaya akan fosfor dan vitamin yang mendukung fungsi tubuh, termasuk membantu mengatur tekanan darah.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan pola makan Anda. Jika Anda aktif dan butuh asupan kalori lebih tinggi, susu full cream bisa jadi pilihan praktis. Sebaliknya, jika sedang menjaga berat badan atau membatasi kalori, susu skim atau rendah lemak bisa menjadi alternatif tanpa kehilangan manfaat protein dan kalsium.

Tips Memilih Susu untuk Jantung Sehat

  • Perhatikan total kalori harian Anda, bukan hanya satu jenis makanan.
  • Jika memilih susu full cream, imbangi dengan sumber lemak tak jenuh seperti alpukat, ikan, minyak zaitun, dan biji labu.
  • Batasi asupan lemak jenuh total tidak lebih dari 10% kalori harian (American Heart Association menyarankan sekitar 6%).
  • Konsumsi susu sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi.
  • Untuk anak-anak, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum beralih ke susu rendah lemak.

Kesimpulannya, tidak ada yang benar-benar salah atau benar dalam memilih susu. Yang terpenting adalah memperhatikan kualitas pola makan secara keseluruhan. Selama porsinya sesuai dan gizinya seimbang, baik susu full cream maupun skim dapat menjadi bagian dari menu harian keluarga Anda.

Reporter: Maya Handayani